Tahun Pemurnian
2 tahun ini sangat banyak perubahan, dan meskipun ramalan suku maya mengenai kiamat yang jatuh pada tgl 20 desember 2012 tidak terbukti, tapi ternyata siklus pemurnian dunia itu sepertinya berlaku kepadaku...
Dalam hal pekerjaan, sekarang kantorku pindah ke luar kota, dan kesehatanku tampaknya mulai berkurang saat kepindahanku ke kantor baru. Lalu aku ditawari pindah ke divisi yg kuanggap tidak terlalu mengandalkan otot... (aku mmg dari dulu ga cocok jadi kuli). Sekarang aku ga perlu lg keliling2 7 keliling ke toko2. Alhamdulillah.
Penurunan kesehatanku di tahun belakangan membuatku sekarang sudah menjadi non-perokok selama lebih dari 1 tahun. ku akui ga gampang buat berhenti. Aku sudah coba minum obat yang disarankan dokter dari situs stopmerokok.com, ga mempan (sebulan ngerokok lagi). Aku coba terapi hipnotis dan pernafasan dari romy raphael.. juga gagal hanya bisa bertahan 1 bulanan.., terakhir aku baca buku "quit smoking - easy way" lumayan bisa bertahan 3 bulan sampai akhirnya aku mulai merokok lagi. Akhirnya pada tanggal 17 agustus 2011 dengan niat berhenti merokok bismillah.. aku review ulang semua metode yg pernah aku coba, aku ulangi lagi dengan sungguh2 untuk berhenti merokok dan akhirnya alhamdulillah sampai sekarang ga pengen lg bakar2 duit buat beli beginian -> tembakau + kapas + kertas struk = Rokok cap Ngawoer. Ternyata dunia ini lebih indah tanpa rokok. Satu pertanyaanku buat para perokok: Siapa yg mau kelak anaknya menjadi perokok? Jangan sampai kelak anak2 kita terjebak menjadi pecandu nikotin dan narkoba yg fotonya banyak ditempel di rumah sakit.. amit2 jabang bayi. Sekarang kesehatanku mulai membaik dan semakin membaik. Alhamdulillah.
Karena faktor kesehatan itu pula aku skrg sudah punya rumah sendiri dan kutempati sm anak istri..
yaa.. meskipun rumahnya kecil tapi cicilannya masih 15 tahun (duuhh). Daripada bayar kost/kontrak deket kantor mending buat nyicil rumah sendiri. lumayan tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari kantor. Alhamdulillah.
Terimakasih dan selamat tahun baru.


0 Comments:
Kommentar veröffentlichen
<< Home